Halloween Costume ideas 2015

Pedoman Penulisan Soal Sma Ma Smk Mak 2017

Berikut ini yakni berkas Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017. Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

 Berikut ini yakni berkas Pedoman Penulisan Soal untuk SMA Pedoman Penulisan Soal Sma Ma Smk Mak 2017
Pedoman Penulisan Soal SMA MA SMK MAK 2017

Pedoman Penulisan Soal SMA, MA, SMK, MAK, Tahun 2017

Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017 ini diterbitkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dalam Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017 ini dipaparkan secara lengkap mengenai Penyusunan Kisi-Kisi, Penulisan Soal, Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda, Teknik Penulisan Soal Uraian, Penulisan Soal Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skill atau HOTS) dan dilengkapi dengan contoh-contoh.

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017:

Penilaian terhadap hasil mencar ilmu peserta didik merupakan salah satu program rutin dalam dunia pendidikan. Penilaian hasil mencar ilmu dilakukan antara lain untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan peserta didik, memonitor perkembangan mencar ilmu peserta didik, menilai ketercapaian kurikulum, memberi nilai peserta didik dan memilih efektivitas pembelajaran. Untuk tujuan-tujuan tersebut sanggup dipakai berbagai bentuk dan instrumen penilaian. Namun tes tertulis hingga dikala ini masih merupakan instrumen yang lebih banyak didominasi dipakai dalam menilai hasil mencar ilmu peserta didik.

Tes tertulis secara umum sanggup dibedakan menjadi tes dengan pilihan akhir (non-constructed response test), peserta didik hanya memilih dari akhir yang disediakan, dan tes tanpa pilihan akhir (constructed response test), peserta didik harus mengkonstruksikan jawabannya. Tes dengan pilihan akhir sering dikritik lantaran yakni dipandang tidak sanggup mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Hal ini tidaklah benar, soal tes dengan pilihan akhir sanggup mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, hanya penyusunannya memang tidak mudah. Di sisi lain tes tanpa pilihan akhir (constructed response test) yang sering dipandang sesuai untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, jikalau tidak disusun dengan cermat bisa jadi hanya mengukur berpikir tingkat rendah. Kedua bentuk tes tersebut potensial untuk mengukur berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi, tergantung kejelian dalam penulisan soal.

Oleh lantaran yakni penulisan soal merupakan proses penentu kualitas tes maka penulisan soal perlu dilakukan secara sungguh-sungguh. Buku panduan penulisan soal ini merupakan upaya untuk membantu penulis soal menghasilkan soal yang berkualitas, termasuk soal yang mengukur berpikir tingkat tinggi. Kaedah penulisan soal, contoh-contoh yang diberikan diperlukan sanggup menawarkan ilustrasi bagaimana kedua bentuk tes baik tes dengan pilihan dan tes tanpa pilihan tersebut sanggup dipakai untuk menilai hasil mencar ilmu peserta didik dan memberi informasi yang valid.

Perlu disampaikan bahwa fokus panduan ini yakni penulisan soal tes tertulis khususnya tes berbentuk pilihan ganda dan tes uraian. Oleh lantaran yakni itu bentuk penilaian lain menyerupai portofolio, tes lisan, projek tidak dibahas, namun bukan berarti bentuk penilaian tersebut tidak penting.

Hasil mencar ilmu peserta didik sanggup dinilai dengan tujuan yang berbeda. Penilaian sanggup dilakukan untuk mengetahui materi yang belum dikuasai peserta didik, untuk melihat kemajuan peserta didik pada periode waktu tertentu, untuk sumbangan nilai, untuk penempatan peserta didik, dan untuk penentuan kelulusan peserta didik. Penilaian tersebut secara umum dibedakan menjadi penilaian internal dan penilaian eksternal. Penilaian internal yakni penilaian yang dilakukan oleh guru atau sekolah, sedangkan penilaian eksternal dilakukan oleh institusi di luar sekolah misalnya pemerintah atau lembaga penilaian yang diberi otoritas oleh pemerintah. Penilaian eksternal sanggup berupa ujian penentu kelulusan, tes seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikut, pemantauan ketercapaian kurikulum. Pada umumnya untuk penilaian eksternal dipakai tes tertulis sebagai prosedur atau instrumen penilaian yang baku (terstandar). Instrumen baku tersebut menjadi penting lantaran yakni perlunya membandingkan hasil peserta dengan cara objektif. Sementara penilaian internal yang dilakukan oleh guru dengan tujuan menawarkan umpan balik kepada peserta didik dan memperbaiki proses pembelajaran menggunakan instrumen yang kurang baku misalnya penilaian unjuk kerja, portofolio. Hal ini lantaran yakni fokus pada individu masing-masing peserta didik, bukan untuk membandingkan antarpeserta didik. Ketika sekolah atau guru melakukan penilaian untuk memilih kelulusan atau ketercapaian dari suatu standar maka penggunaan instrumen yang baku menjadi penting.

Pada dikala ini umumnya tes prestasi mencar ilmu atau tes prestasi akademik menggunakan tes bentuk soal pilihan ganda (PG) lantaran yakni dikala ini tes PG dipandang sebagai tes objektif yang efisien dipakai untuk jumlah peserta besar. Untuk masa yang akan datang saat skoring soal isian atau essay sanggup dilakukan oleh mesin, bukan tidak mungkin soal untuk penilaian eksternal menggunakan soal isian atau essay.

Untuk menjamin kualitas soal tes yang terstandar, pengembangan tes melalui beberapa tahap. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun tes terstandar yakni (1) memilih tujuan tes; (2) memilih pola yang akan dipakai (kriteria atau norma); (3) membuat kisi-kisi; (4) memilih soal-soal dari kumpulan soal yang sudah ada sesuai dengan kisi-kisinya. Apabila soal yang diambil merupakan soal baru, soal-soal tersebut harus melalui tahap telaah secara kualitatif, revisi, ujicoba, dan analisis hasil ujicoba sehingga diperoleh soal yang baik dari segi kualitatif dan kuantitatif. Selain itu, pengadministrasian tes (pelaksanaan tes) juga dibuat standar. Untuk tes prestasi terstandar, soal-soal harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. Dalam hal ini kurikulum atau standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditetapkan apabila tes tersebut akan dipakai untuk kelulusan. Proses penskorannya juga harus dilakukan terstandar terutama apabila ada soal berbentuk uraian sehingga hasil tes tersebut sanggup dilihat keterbandingannya.

Untuk menjamin ketersediaan soal yang terstandar, perlu dikembangkan bank soal. Bank soal yakni kumpulan soal yang telah teridentifikasi karakteristiknya, misalnya tingkat kesukaran, daya beda, dan penyebaran pilihan akhir (option). Pengembangan bank soal perlu dilakukan secara terus-menerus untuk memenuhi berbagai keperluan penggunaan.

    Download Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017



    Download File:

    Pedoman Penulisan Soal SMA-MA-SMK-MAK.pdf
    Pedoman Penulisan Soal SMA-MA-SMK-MAK.docx


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Pedoman Penulisan Soal untuk SMA, MA, SMK, MAK Tahun 2017. Semoga bisa bermanfaat.
    Labels:

    Post a Comment

    MKRdezign

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Powered by Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget