Halloween Costume ideas 2015

Panduan Teknis Pembelajaran Remedial Dan Pengayaan Kurikulum 2013 Sd(Sekolah Dasar)

Berikut ini adalah berkas Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013  SD (Sekolah Dasar). Download file format .docx Microsoft Word dan PDF.

 Berikut ini adalah berkas Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum  Panduan Teknis Pembelajaran Remedial Dan Pengayaan Kurikulum 2013 Sd(Sekolah Dasar)
Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013  SD (Sekolah Dasar)

Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013  SD (Sekolah Dasar)

Berikut ini kutipan teks dari isi berkas Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013 SD (Sekolah Dasar):

PENGERTIAN DAN PRINSIP PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN

Pengertian Program Remedial
Program Remedial adalah jadwal pembelajaran yang diberikan kepada penerima didik yang belum mencapai kompentensi minimalnya dalam satu kompetensi dasar tertentu.

Metode yang digunakan sanggup bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan berguru yang dialami penerima didik dan tujuan pembelajarannya pun dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami penerima didik.

Pada jadwal pembelajaran remedial, media berguru harus betul-betul disiapkan guru biar sanggup mempermudah penerima didik dalam memahami pelajaran yang dirasa sulit.Alat evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran remedial pun perlu disesuaikan dengan kesulitan berguru yang dialami penerima didik.

PENTING UNTUK DIPAHAMI GURU
Remedial bukan mengulang tes (ulangan harian) dengan bahan yang sama, tetapi guru mengatakan perbaikan pembelajaran pada KD yang belum dikuasai oleh penerima didik melalui upaya tertentu. Setelah perbaikan pembelajaran dilakukan, guru melakukan tes untuk mengetahui apakah penerima didik telah memenuhi kompetensi minimal dari KD yang diremedialkan.

Mengapa diperlukan pembelajaran remedial?
Setiap guru berharap penerima didiknya sanggup mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan. Berdasarkan permendikbud No.65 perihal Standar Proses, No.66 tahun 2013 perihal standar penilaian, setiap pendidik hendaknya memperhatikan prinsip perbedaan individu (kemampuan awal, kecerdasan, kepribadian, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, gaya belajar), maka jadwal pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi kebutuhan/hak anak. Dalam jadwal pembelajaran remedial guru akan membantu penerima didik, untuk memahami kesulitan berguru yang dihadapinya, mengatasi kesulitannya tersebut dengan memperbaiki cara berguru dan sikap berguru yang sanggup mendorong tercapainya hasil berguru yang optimal. 

Kapan dilakukan jadwal pembelajaran remedial?
Mengacu pada permendikbud 65 perihal Standar Proses, No.66 tahun 2013 : �Hasil evaluasi otentik sanggup digunakan oleh guru untuk merencanakan jadwal perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment) atau pelayanan konseling.

Penilaian yang dimaksud adalah tidak terpaku pada hasil tes (ulangan harian) pada KD tertentu. Penilaian juga bisa dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung (dari aspek pengetahuan, sikap ataupun keterampilan). Pembelajaran remedial dilakukan saat penerima didik teridentifikasi oleh guru mengalami kesulitan terhadap penguasaan bahan pada KD tertentu yang sedang berlangsung. Guru sanggup pribadi (segera) melakukan perbaikan pembelajaran (remedial) sesuai dengan kesulitan penerima didik tersebut, tanpa menunggu hasil tes (ulangan harian). Program pembelajaran remedial dilaksanakan di luar jam pelajaran efektif atau saat proses pembelajaran berlangsung (bila memungkinkan).

Berapa lama jadwal pembelajaran remedial dilakukan?
Program pembelajaran remedial dilaksanakan hingga penerima didik menguasai kompetensi dasar yang diperlukan (tujuan tercapai).Ketika penerima didik telah mencapai kompetensi minimalnya (setelah jadwal pembelajaran remedial dilakukan), maka pembelajaran remedial tidak perlu dilanjutkan.

Bagaimana jadwal pembelajaran remedial dilakukan?
Teknik pembelajaran remedial bisa diberikan secara individual maupun secara berkelompok (bila terdapat beberapa penerima didik yang mengalami kesulitan pada KD yang sama).

Beberapa metode pembelajaran yang sanggup digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial adalah : pembelajaran individual, pemberian tugas, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, dan tutor sebaya.

Aktivitas guru dalam pembelajaran remedial, antara lain : mengatakan komplemen penjelasan atau contoh, menggunakan taktik pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya, mengkaji ulang pembelajaran yang lalu, menggunakan berbagai jenis media.Setelah penerima didik menerima perbaikan pembelajaran,ia perlu menempuh penilaian, untuk mengetahui apakah penerima didik sudah menguasai kompetensi dasar yang diharapkan. 

Siapa yang melakukan jadwal pembelajaran remedial?
Yang melakukan jadwal pembelajaran remedial adalah Guru kelas. Guru kelas sanggup melakukan identifikasi terhadap kesulitan penerima didik dan pribadi membuat perencanaan pembelajaran remedial. (misal mencari metode dan acara yang lebih tepat, mencari dan menetapkan waktunya).

Prinsip-prinsip Program Remedial:
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
  1. Adaptif; Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan penerima didik untuk berguru sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya berguru masing-masing.
  2. Interaktif; Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru untuk secara intensif berinteraksi dengan penerima didik dan selalu mengatakan monitoring dan pengawasan biar mengetahui kemajuan berguru penerima didiknya.
  3. Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian; Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode pembelajaran dan metode evaluasi yang sesuai dengan karakteristik penerima didik.
  4. Pemberian umpan balik sesegera mungkin; Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada penerima didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin biar sanggup menghindari kekeliruan berguru yang berlarut-larut.
  5. Pelayanan sepanjang waktu; Pembelajaran remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia biar setiap dikala penerima didik sanggup mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing. 

Langkah-langkah Pembelajaran Remedial:
  1. Identifikasi Permasalahan Pembelajaran; Penting untuk memahami bahwa �tidak ada dua individu yang persis sama di dunia ini�, begitu juga penting untuk memahami bahwa penerima didik pun memiliki bermacam-macam variasi baik kemampuan, kepribadian, tipe dan gaya berguru maupun latar belakang sosial-budaya. Oleh balasannya guru perlu melakukan identifikasi terhadap keseluruhan permasalahan pembelajaran. Secara umum identifikasi awal bisa dilakukan melalui: a. Observasi (selama proses pembelajaran); b. Penilaian otentik (bisa melalui tes/ulangan harian atau evaluasi proses) Permasalahan pembelajaran bisa dikategorikan ke dalam 3 fokus perhatian: a) Permasalahan pada keunikan penerima didik; Keberagaman individu sanggup membedakan hasil berguru dan permasalahan berguru pada penerima didik.Ada penerima didik yang cenderung lebih aktif dan senang praktik secara langsung, ada yang cenderung mengamati, ada yang lebih tenang dan suka membaca.Di kelas, guru juga perlu memiliki wawasan lebih menyeluruh mengenai latar belakang keluarga dan sosial budaya.Peserta didik yang dibesarkan dalam keluarga pedagang, tentu memiliki keterampilan berbeda dengan keluarga petani atau nelayan. Peserta didik yang berasal dari keluarga yang terpecah, mungkin berbeda dengan penerima didik yang berasal dari keluarga harmonis dan mendukung acara belajar. b) Permasalahan pada bahan ajar; Rancangan pembelajaran telah disiapkan dalam buku guru dan buku siswa.Pada praktiknya, tidak semua yang disajikan dalam bahan ajar, sesuai dengan kompetensi penerima didik.Guru bisa sajamenemukan bahwa bahan asuh (KD) yang disajikan dalam buku terlalu tinggi bagi penerima didik tertentu. Oleh karena itu perlu disiapkan berbagai alternatif referensi acara pembelajaran yang bisa digunakan guru untuk mengatasai permasalahan pembelajaran ini. (contoh dan alternatif acara untuk siswa yang merasa kesulitan terhadap bahan ajar, bisa dilihat dalam buku �Panduan Teknis Penggunaan Buku Guru dan Siswa). c) Permasalahan pada taktik pembelajaran; Dalam proses pembelajaran, guru sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu taktik atau metode pembelajaran saja. Dikarenakan tipe dan gaya berguru penerima didik sangat bervariasi termasuk juga minat dan bakatnya, maka guru perlu mengidentifikasi apakah kesulitan penerima didik dalam menguasai bahan disebabkan oleh taktik atau metode berguru yang kurang sesuai.
  2. Perencanaan; Setelah melakukan identifikasi awal terhadap permasalahan berguru anak, guru telah memperoleh pengetahuan yang utuh perihal penerima didik dan mulai untuk membuat perencanaan. Dengan melihat bentuk kebutuhan dan tingkat kesulitan yang dialami penerima didik, guru bisa merencanakan kapan waktu dan cara yang tepat untuk melakukan pembelajaran remedial. Pada prinsipnya pembelajaran bisa dilakukan: a. Segera setelah guru mengidentifikasi kesulitan penerima didik dalam proses pembelajaran; b. Menetapkan waktu khusus di luar jam berguru efektif. Dalam perencanaaan guru perlu menyiapkan hal-hal yang mungkin diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial, seperti: a. Menyiapkan Media Pembelajaran; b. Menyiapkan contoh-contoh dan alternatif aktifitas c. Menyiapkan materi-materi dan alat pendukung.
  3. Pelaksanaan; Setelah perencanaan disusun, langkah selanjutnya adalah melakukan jadwal pembelajaran remedial. Ada 3 fokus penekanan: 1. Penekanan pada keunikan penerima didik; 2. Penekanan pada alternative referensi dan acara terkait bahan ajar; 3. Penekanan pada strategi/metode pembelajaran; 4. Penilaian Otentik; Penilaian otentik dilakukan setelah pemebalajaran remedial tamat dilaksanakan.

Berdasarkan hasil penilaian, bila penerima didik belum mencapai kompetensi minimal (tujuan) yang ditetapkan guru, maka guru perlu meninjau kembali taktik pembelajaran remedial yang diterapkannya atau melakukan identifikasi (analisa kebutuhan) terhadap penerima didik dengan lebih seksama. Apabila penerima didik berhasil mencapai atau melampaui tujuan yang ditetapkan, guru berhasil mengatakan pembelajaran yang kaya dan bermakna bagi penerima didik, hal ini bisa dipertahankan sebagai bahan referensi bagi rekan guru lainnya atau bisa lebih diperkaya lagi.

Apabila ternyata ditemukan kasus khusus di luar kompetensi guru, guru sanggup menkonsultasikan dengan orang basi tanah untuk selanjutnya dilakukan konsultasi dengan ahli.

    Download Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013  SD (Sekolah Dasar)

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013  SD (Sekolah Dasar) ini silahkan lihat atau unduh pada link di bawah ini:



    Download File:

    Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013 SD.pdf
    Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013 SD.docx


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Panduan Teknis Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013  SD (Sekolah Dasar). Semoga bisa bermanfaat.
    Labels:

    Post a Comment

    MKRdezign

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Powered by Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget